KELUARGA QUR’ANI (5)

Azas Pembentukan Keluarga Qur’ani

Heritagejava.com Ada beberapa qaidah dasar yang harus kita ikuti dalam proses memeliharakan keluarga Qur’ani ini.

Azas Pembentukan Keluarga Qur’ani Pertama: proses ini akan berhasil manakala sejak awal niat yang dipasang adalah menggapai ridlo Allah Ta’ala. Dengan niat yang shalih, kita akan terhindar dari berbagai penyimpangan di sepanjang jalan. Apalagi saat kita berinteraksi dengan Qur’an. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang amat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfudz), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS.Al-Waaqi’ah:77-79).

Mengikuti jalan Qur’an berarti memiliki kesiapan menempuh jalan mendaki lagi sukar, banyak kelok dan rintangan serta pengorbanan yang mungkin tak terkira. Karena jalan Qur’an bukanlah sebatas memahami, mengamalkan dan mengajarkan Qur’an. Tapi lebih dari itu juga mengamankan semua  pelaksanaan syari’at nya. Dan untuk memenuhi  semua itu, terbentang jalan yang panjang lagi sukar. Tanpa bekal keikhlasan, bisa jadi keinginan membentuk keluarga Qur’ani itu akan menguap bersama kuatnya desakan arus materialisme menerjang kita dari berbagai sisi kehidupan.

 

This entry was posted in mutiara hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>