Penyakit Endometriosis ATau Yang sering disebut Kista Coklat

heritagejava.com Endometriosis tetap merupakan penyakit yang sulit didiagnosa. dalam banyak hal penyakit ini merupakan salah satu penyebab kemandulan atau penyulit bagi pasangan yang menginginkan memiliki keturunan. Itulah sebabnya sangat penting dilakukan pengobatan atau langkah-langkah preventif yang tepat.

Wanita memiliki siklus hormonal yang terjadi sepanjang hidupnya. mulai dari remaja hingga usia lanjut. dua hormon yang dominan dalam membentuk sifat kewanitaan maupun fungsinya (oestrogen dan progesteron) bisa memicu timbulnya ketidakseimbangan hormon.

kondisi ini sering mengakibatkan gangguan yang jika tidak dideteksi secara dinibakal menyebabkan gangguan yang lebih parah pada masa-masa menopause, atau kemandulan.

faktor penyebab yanng paling sering mempengaruhi terjadinya gangguan penyakit pada kaum wanita ini salah satunya adalah ca cervic dan kanker payudara, endometriosis, fibroma uterus dan sebagainya. Beragam penyakit ini memiliki beragam kaitan yang erat. karena secara alami wanita ditakdirkan berbeda dengan pria, baik segi anatomi maupun hormonal. Spesifikasinya dalam hal ini adalah endometriosis atau sering disebut Kista Coklat dan fibroma uterus yang disebut myoom.

APa itu Kista Coklat

Endometriosis adalah kelainan pada wanita yang ditemukan oleh Sempson pada 40-50 tahun yang lalu. berisi jaringan yang merip endometrium.

Endometrium adalah lapisan rahim bagian dalam yang selalu tumbuh dan berganti sesuai dengan siklus mensturasi. lama-kelamaan jaringan ini membentuk bercak coklat di tempat tumbuhnya janin bisa tumbuh di indung telur, mengikuti mensturasi atau tumbuh di luar indung telur dan bersifat lengket.

APa itu Mioma ?

Mioma merupakan jaringan neoplasma jinak yang berasal dari otot rahim dan jaringan ikat yang menumpangnya. dalam kepustakaan dikenal juga dengan istilah fibromioma,Leimioma atau fibroid. 27% wanita berumur 25 tahun mempunyai sarang Mioma. pada wanita-wanita kulit hitam, malah lebih banyak lagi. biasanya setelah menopause hanya sekitar 10 % mioma yang masih tumbuh.

Penyebabnya tidak diketahui, tapi tampaknya dipengaruhi oleh kadar estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).

Melihat sulitnya diagnosa tetapi bisa menyerang sebagian besar wnita mungkin kita juga harus waspada dengan gejala-gelaja untuk penyakit MIOMA dan Endometriosis

 

This entry was posted in kesehatan dan kecantikan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>