BELAJAR DARI BURUNG PINTAR (2)

heritagejava.com Kisah Belajar Dari Burung Pintar memberikan ibrah kepada kita untuk merenung dalam-dalam bahwa para sahabat dan ulama-ulama, tabi’in yang shalih adalah “ Ruhbaan fill lail wa fursaan fin nahar” (rahib di malam hari, penunggang kuda di siang hari ). Mereka adalah manusia yang di samping memiliki kadar ketaqwaan yang tidak diragukan lagi, juga mempunyai semangat kerja yang tinggi. Bahkan sebagian dari mereka dijuluki sesuai dengan jenis  pekerjaannya, seperti an-Najjaar, al-Jasshaash, al-Bazzaz dan sebagainya.

Itulah mereka yang telah sekian ratus bahkan ribu tahun berjarak dengan kita. Sementara kita, hidup di zaman yag mempunyai putaran roda kerja yang begitu menggila. Sekarang banyak orang yang hanya mengabdikan seluruh umurnya hanya untuk kebutuhan duniawinya. Bekerja siang-malam, tak peduli lagi dengan masa depannyadi akhirat kelak. Namun disis lain tak sedikit pula kaum Muslimin yang mempunyai pandangan keliru dalam mensikapi semangat bekerja, seperti anggapan Syaqiiq sebelum dinasehati Ibrahim. Yang hanya mengandalkan kepasrahan beku kepada al-Khaliq, tanpa melakukan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Kalau Allah menciptakanku, sementara Ia tidak akan mendzalimiku, niscaya Ia telah menyiapkan rezeki untu kebutuhan hidupku di dunia ini “.

Benar.. Allah SWT sekali-kali tidak akan pernah mendzalimi hamba-Nya. Enar, Allah SWT telah menyiapkan rezeki kepada kita yang tak akan habis hingga kita meninggal. Namun jatah yang ada tersebut harus diambil dengan suatu usaha atau cara. Yakni dengan bekerja. Yang  bisa kita ambil hikmah dengan Belajar dari Burung Pintar(Al Bun-yaan).

This entry was posted in kesehatan dan kecantikan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>